Lewati Jalur Tikus, Satgas Pamtas Yonif 407/ PK Amankan PMI Ilegal

 


Anggota Satgas Pamtas Yonif 407/PK berhasil menggagalkan satu orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural dari Malaysia dan akan masuk ke Indonesia pada saat melaksanakan patroli keamanan, Selasa (23/03/21).

Letda Inf Muhammad Shofwan selaku Danpos Gabma Lubuk Antu Menyampaikan satu orang PMI yang diamankan tersebut bermula saat anggota Pos Gabma Lubuk Antu Pratu Jefri dan Pratu Azis Ganis melaksanakan patroli keamanan, karna curiga melihat seorang yang berjalan melintas Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP), kemudian anggota dari Pos Gabma Lubuk Antu menghentikan dan memeriksa orang tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan informasi bahwa Seorang tersebut berinisial RS (29) yang merupakan warga Dusun Sentebang Utara, Desa Sentebang, Kec. Jawai, Kab. Sambas, Prov. Kalbar, yang hendak masuk ke wilayah Indonesia setelah lama bekerja di Malaysia sebagai pekerja sawit," ujar Danpos.

Dilain tempat, Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonif 407/PK Letkol Inf Catur Irawan menyampaikan Bahwa 1 orang PMI tersebut akan masuk ke wilayah indonesia melalui jalur non prosedural dan tidak memiliki dokumen yang resmi.

Menurut Letkol Inf Catur Irawan, jalur tikus memang sering dilalui oleh para pelintas batas tanpa melalui prosedur keimigrasian yang benar, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan patroli rutin dijalur tersebut guna mencegah segala bentuk kegiatan ilegal.

“Guna menjalani proses lebih lanjut dan pemeriksaan protokol kesehatan terkait penyebaran Covid-19, dilakukan rapid tes. PMI Non Prosedural tersebut diserahkan ke pihak Imigrasi PLBN Nanga Badau dan Karantina,” ujar Dansatgas.

Dansatgas juga mengatakan bahwa Satgas Yonif 407/PK memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan sebagai garda terdepan di sepanjang perbatasan RI-Malaysia sektor timur.

"Kami akan terus memperketat penjagaan di jalur-jalur tidak resmi serta melaksanakan patroli secara rutin, guna mencegah kegiatan lalu lintas orang maupun barang secara ilegal,” tuturnya.

Posting Komentar

0 Komentar