Empat PMI Ilegal Diamankan Satgas Yonif 407/PK Di Jalur Tidak Resmi

  


Satgas Pamtas Yonif 407/PK, kembali berhasil mengamankan 4 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural, pada saat melaksanakan patroli di jalur tidak resmi yang berbatasan dengan sawit di Desa Sebindang Kecamatan Badau, Kab. kapuas Hulu, Kalbar. Sabtu (20/03/21)

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 407/PK, Letkol Inf Catur Irawan dalam rilis tertulisnya di Pos Komando Taktis (Kotis) Nanga Badau, Kab. Kapuas Hulu, Kalbar. Sabtu (20/03/21).

Keempat PMI tersebut diamankan oleh anggota Satgas Yonif 407/PK yang sedang melaksanakan Patroli Keamanan dijalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) Desa Sebindang, Kecamatan Badau.

“Dari kegiatan Patroli Keamanan yang dilaksanakan, berhasil diamankan sebanyak 4 orang PMI ilegal dengan inisial HM (52), AD (23), AY (50), dan DA (30) yang mana Keempat PMI Ilegal tersebut merupakan warga masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, yang keluar dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tikus atau tidak resmi,” ungkapnya.

Dansatgas Yonif 407/PK menegaskan, pengawasan siang maupun malam terhadap jalur Non Prosedural atau jalur tidak resmi yang ada di perbatasan Indonesia-Malaysia akan terus diperketat guna untuk mencegah segala bentuk kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal.

“Kami Satgas Pamtas Yonif 407/PK akan terus melaksanakan patroli secara ketat untuk mencegah keluar masuknya barang maupun orang dari jalur tidak resmi. dengan tulus dan ikhlas serta semangat yang tinggi untuk menjalankan tugas yang diemban sebagai TNI diwilayah perbatasan ini,” ujar Dansatgas.

Menurut keterangan dari Keempat PMI Non Prosedural tersebut, mereka bekerja sebagai Nelayan di daerah Malaysia, namun dikarenakan adanya kebijakan lockdown yang diberlakukan Pemerintah Malaysia, membuat mereka berhenti dari pekerjaannya, sehingga mengharuskannya kembali ke Indonesia.

Satgas Yonif 407/PK telah bekerja sama dengan Instansi terkait di perbatasan, memastikan semua WNI yang masuk ke Tanah Air dari Malaysia harus melalui rangkaian ketat pemeriksaan Protokol Kesehatan COVID-19. Setelah dinyatakan negatif, Empat PMI tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Imigrasi kelas II Nanga Badau untuk penanganan lebih lanjut.

“Semuanya yang masuk dari Malaysia baik yang melewati jalur resmi maupun jalur Non Prosedural, akan kita arahkan untuk melewati rangkaian pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan dari Karantina Kesehatan, Imigrasi serta Bea Cukai. Walau hasil pemeriksaan kesehatan terhadap keempat PMI tersebut negatif, namun pihak PLBN Nanga Badau memintanya untuk menjalani isolasi selama 5 hari, setelah itu akan dites kembali” kata Dansatgas.

Posting Komentar

0 Komentar